Adsense

Thursday, July 19, 2007

Genset Automation

Proyek ini adalah proyek system pengontrolan Genset (Pembangkit Listrik) dan Jala-jala PLN yang dilakukan dengan proses control yang diatur oleh sebuah PLC, dalam hal ini PLC menjadi pengatur utama yang mengatur beberapa Programmable Logic Devices seperti sinkronizer yang mengatur hanya pada proses syncronisasi antara Genset ke PLN dan AGLC (Automatic Genset Loading Control) yang mengatur proses pelepasan beban Genset dan sebuah SEPAM untuk mengatur system proteksi breaker serta beberapa komponen proteksi lainnya.

Pertimbangan Project

Proyek ini bertujuan untuk dapat melakukan proses backup daya listrik dari jala-jala PLN ke Genset ketika terjadi pemadaman listrik dan sebaliknya dari genset ke jala-jala PLN dengan menggunakan proses sinkronisasi.
Proses sinkronisasi diperlukan agar fasa dan tegangan listrik dari jala-jala PLN sama dengan listrik yang disupply dari genset sehingga proses pemindahan ini dapat berjalan mulus tanpa pemadaman genset terlebih dahulu.


Ketika terjadi pemadaman listrik PLN, PLC yang mendapatkan daya listrik dari battery, memerintahkan agar genset mengambil alih supply daya. Proses pengambil alihan ini juga dengan cara memproteksi jaringan untuk mengantisipasi jika secara tiba-tiba listrik PLN kembali dengan cara melepas seluruh Circuit Breaker yang menghubungkan Bus Bar ke Jaringan PLN.

Kembalinya listrik PLN ditandai dengan hilangnya indikasi PLN Failure. Ketika indikasi ini hilang, proses pengembalian dari genset ke PLN dimulai. Pertama-tama PLC akan memerintahkan synchronizer untuk melakukan syncronisasi. Syncronizer kemudian mengenergize breaker PLN untuk close, sesaat setelah sinkronisasi antara PLN dan genset tercapai.

Setelah breaker PLN close, PLC kemudian memerintahkan genset untuk melakukan unloading sampai unloading limitnya tercapai dan mematikan genset, sehingga seluruh supply kembali diambil alih PLN.

Hazard

Mekanisme genset automation ini syarat dengan potensi hazard, karena adanya kemungkinan penggabungan dua sumber listrik yang tidak sinkron. Untuk itu rangkaian pengaman tambahan digunakan untuk memproteksi seluruh kemungkinan yang tidak boleh terjadi.

Beberapa potensi hazard yang ada :

Bus Coupler yang menghubungkan dua bus bar yang disupply dari genset yang berbeda dapat menjadi sumber masalah jika bus coupler close secara premature atau terlambat untuk membuka.
Seluruh circuit breaker yang tidak membuka/menutup tepat pada waktunya.
Pumping yang terjadi pada feeder karena load shedding yang tidak normal.
Gagalnya operator menentukan masalah yang timbul (jika terjadi masalah) karena minimnya alarm.

PLC Harware

PLC yang digunakan adalah PLC dari keluarga modicon quantum 113 02.
Dipilihnya PLC dari keluarga ini adalah :

PLC ini memiliki memory yang cukup besar yang sangat penting untuk melakukan pemrograman pada aplikasi ini.
Mendukung komunikasi modbus untuk monitoring dan programming yang merupakan protocol komunikasi standard untuk system control.



PLC Programming

Beberapa fungsi pemrograman yang diimplementasikan untuk aplikasi ini :

Load Management :

Load management fungsi untuk menambahkan atau mengurangi genset yang aktif. Load management dilakukan berdasarkan informasi kapasitas total supply daya genset aktif dibandingkan dengan informasi load yang diterima PLC dari transducer.

Load Shedding
Load shedding adalah system proteksi yang dilakukan PLC untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan load yang besar secara tiba-tiba sehingga menyebabkan turunnya frequency pada bus bar.

Sequence PLN ke Genset dan dari genset ke PLN.


Instrument-instrument yang digunakan

Instrument-instrument yang digunakan pada genset automation antara lain adalah :

Circuit Breaker
AGLC
Syncronizer
Power Transducer
Syncro Check Relay

8 comments:

nizar said...

saya sangat tertarik dengan tulisannya, saya juga tertarik untuk membuatnya. berapa biaya untuk membuat alat tersebut

aji.tahu said...

Saya Dari SMK Ma'arif 1Sumedang dah buat pengontrolan genset otomatis sistim konvensional. untuktahun sekarang mau buat pengontrolanya pake PLC. Makasih yah atas Infonya, saya lebih terinspirasi lagi nich !

Solichin said...

Klo boleh komentar nih,..PLC sbenarnya hnya berfugsi sebagai input dan output digital dan timer, sedangkan parameter sinkron dengan PLN tidak bisa tercakup dngn PLC. Teknologi sdh Maju hnya dengan satu modul kontrol dan hanya menekan satu tombol saja sdh terselesaikan. Sbgai contoh merk Deepsea mengeluarkan type 5520 full automatic sinkron dngn pln dn segaa keinginan ada disana .cukup satu tombol beres semua. Justru Pake PLC lebih ribet dan perlu banyak assesorise pastinya akan very very high expensive..Teknologi PLC hanya cocok untuk kontrol sistem on - off sja dalam suatu proses dan tidak cocok dngan aplikasi sinkron PLN...sangat sangat bahaya jika tidak tahu betul ilmunya.
Kebetulan sy praktisi lapangan yang sdh 15 thn merancang panel sinkron dari yang benar2 manual sampe yang full full otomatis tanpa operator.

Anonymous said...

Siapa bilang PLC hanya cocok untuk control on-off saja. Deepsea yang anda maksud adalah contoh kecil dari PLC juga. PLC adalah perangkat tangguh untuk control-control sederhana sampai yang rumit. PLC bukan hanya bisa mengolah sinyal digital, tapi juga bisa mengolah sinyal analog. teknik controlnya bisa on-off, P, I, D, atau gabungan PID.

kita bisa menambahkan fitur-fitur lain di panel control kita sesuai dengan kebutuhan. tinggal merubah control programnya. bukan deepsea yang I/O nya sudah di patenkan. OK

Anonymous said...

Betul gan. yang bilang PLC hanya berisi I/O digital dan timer pasti bukan programer PLC. mengkin yang dikuasainya hanya sistem relay convensional. on-off-on-off. panelnya juga rame sama bunyi relay bantu.

PLC lebih dari pada apa yang anda (solichin) katakan. belajar lagi sana.

vick slaqi said...

Menarik bget dri dulu saya pngen tau sistim itu cmn kendala ny sy blum ngerti wiring diagrm ny bleh mungkin sya di bantu tuk wiring diagram auto sinkronizer trsebut

elektrik man att3 said...

Kalau memang benar yg dikatakan anda bahwa plc bukan sekedar I/O digital dan timer ataupun fungsi on-off.tolong penjelasannya disertai wiring diagram dicantumkan agar para blogger mania bisa paham dan berbagi pendapat dgn anda. Kalau bisa mengenai sinkron dgn plc yg anda tulis diatas disertai wiring diagram serta perangkat plc yg jelas.....thank for you all

elektrik man att3 said...

Kalau memang benar yg dikatakan anda bahwa plc bukan sekedar I/O digital dan timer ataupun fungsi on-off.tolong penjelasannya disertai wiring diagram dicantumkan agar para blogger mania bisa paham dan berbagi pendapat dgn anda. Kalau bisa mengenai sinkron dgn plc yg anda tulis diatas disertai wiring diagram serta perangkat plc yg jelas.....thank for you all