Thursday, July 10, 2008

PLC PID Control

Belum banyak yang tahu jika PLC ternyata juga bisa melakukan PID Control. Makanya dalam sejumlah project, saya menemukan customer meminta PID Controller hardware selain PLC.

Padahal sebenarnya PLC dapat melakukan PID Control sebaik PID Controller Hardware.
Apalagi jika ditambahkan panel monitor, maka selain dapat memonitor proses lainnya, display panel dapat memainkan PID Control PLC untuk manual, atau mengatur kecepatan response-nya.

PID Control saat ini sudah menjadi fungsi standard pada PLC. sehingga menggunakan PLC untuk proses control menjadi lebih menarik, karena dapat mengurangi ongkos developmen.

DF1 Cable

berikut konfigurasi Kabel DF1


Tuesday, July 8, 2008

Standardisasi Scada Software Development

Membuat sistem terintegrasi dan memonitor secara realtime adalah sesuatu yang sudah cukup jamak saat ini. dengan bantuan scada software proses monitoring menjadi lebih mudah.

Untuk mengoptimalkan penggunaan scada software, perlu adanya standard development bagi proses monitoring, sehingga keberadaan sistem scada dapat lebih bermanfaat.

Berbagai fungsi telah tersedia dalam scada software, antara lain fungsi alarm, trending, kalkulasi, time, dan script bisa digunakan untuk mengoptimalkan penggunaan scada software.

Intinya tujuan dari standarisasi ini adalah terbangunnya sebuah sistem monitoring yang informatif bagi penggunanya.

Beberapa yang dapat dijadikan catatan untuk standarisasi monitoring yaitu :
1. TRENDING : Setiap kondisi yang dimonitor direkam secara real ke server sehingga dapat diketahui trend dari sebuah kondisi tertentu, misalnya kondisi tekanan atau suhu dari waktu ke waktu
2. ALARM : alarm dapat didayagunakan untuk menginformasikan kepada operator dengan 4 macam kondisi, yaitu :
- Saat sebuah device menunjukkan kondisi normal
- Saat sebuah device menunjukkan alarm dan belum di-acknowledge oleh operator
- Saat sebuah device alarm dan sudah diacknowledge oleh operator, tetapi masih dalam kondisi alarm
- Saat sebuah device yang sudah diacknowledge kembali normal.
3. Run Hour, Monitoring untuk motor atau benda bergerak lainnya perlu dilakukan pencatatan run-hour, sehingga maintenance mengetahui kapan sebuah device akan memerlukan shutdown untuk maintenance.
4. Totalizer, diperlukan untuk melakukan pencatatan jumlah flow/metering yang diperlukan untuk mengukur prestasi sebuah sistem.
5. Level authorisasi, adalah sistem security yang memberikan berbagai level authorisasi untuk memonitor, melakukan acknowledgement, atau merubah setting sebuah sistem.
6. Alarm Histori, seluruh alarm harus dapat tercatat sehingga dapat menggambarkan kondisi sesungghnya dari sebuah sistem.